Cara Mengelola Kotoran Ayam Pullet dengan Teknik Windrow

Yogyakarta – 9 Februari 2025, Pengelolaan limbah merupakan salah satu aspek krusial dalam keberlanjutan bisnis peternakan ayam pullet yang sering kali terabaikan.
Jika kotoran ayam pullet tidak dikelola dengan tepat, dapat menimbulkan masalah serius berupa pencemaran bau amonia, lalat, hingga resistensi patogen yang membahayakan kesehatan ternak maupun lingkungan sekitar.
Namun, melalui proses pengomposan yang benar, limbah ini dapat diubah menjadi aset bernilai ekonomi tinggi. Kompos dari kotoran ayam pullet dikenal memiliki kandungan unsur hara makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang sangat tinggi dibandingkan jenis pupuk kandang lainnya.
Selain menyuburkan tanah, penggunaan kompos matang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air, yang pada akhirnya mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Cara Mengolah Kotoran Ayam Pullet Dengan Metode Windrow
Dalam skala peternakan komersial, metode yang paling efisien untuk mengolah kotoran ayam pullet dalam jumlah besar adalah sistem Windrow yang dikombinasikan dengan EM4 (Effective Microorganisms 4).
Menurut Dentel dkk. (2014), sistem Windrow adalah metode pengomposan di mana tumpukan bahan organik disusun menyerupai gundukan memanjang di ruang terbuka atau ruang beratap.
Prinsip utama dari metode ini adalah sirkulasi udara yang optimal melalui mekanisme pembalikan secara berkala.
Penambahan EM4 pada tumpukan tersebut berfungsi sebagai bakteri asam laktat dan ragi yang mempercepat proses fermentasi bahan organik, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta meminimalkan bau busuk selama proses dekomposisi berlangsung.
Kombinasi teknik Windrow yang memaksimalkan oksigen dan EM4 yang mempercepat penguraian akan menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi dalam waktu yang relatif singkat.
Bahan yang Dibutuhkan Untuk Menggunakan Metode Windrow
Sebelum memulai proses pembuatan, peternak harus mempersiapkan bahan baku utama untuk mencapai rasio Karbon dan Nitrogen (C/N) yang ideal.
Bahan dasar yang dibutuhkan meliputi kotoran ayam (sumber Nitrogen), bahan kaya karbon untuk mikroorganisme, air, molase seperti tetes tebu atau gula merah, dan larutan EM4 Pertanian atau Peternakan.
Molase berfungsi sebagai sumber energi awal bagi mikroorganisme dorman yang terdapat di dalam EM4 agar dapat aktif dan berkembang biak dengan cepat saat diaplikasikan ke dalam tumpukan kompos.
Keseimbangan antara bahan-bahan ini sangat vital, terlalu banyak nitrogen akan menyebabkan bau amonia yang menyengat, sedangkan terlalu banyak karbon akan memperlambat proses penguraian.
Penggunaan Sekam yang Tepat untuk Dipakai Ayam Pullet
Salah satu komponen krusial dalam teknik Windrow adalah penggunaan sekam padi sebagai bahan penggembur.
Sekam padi memiliki peran ganda: sebagai sumber karbon untuk menyeimbangkan tingginya nitrogen pada kotoran ayam, dan sebagai pencipta pori-pori dalam tumpukan kompos.
Struktur sekam yang keras dan berongga memungkinkan oksigen masuk ke dalam inti tumpukan Windrow, yang sangat dibutuhkan oleh bakteri untuk bekerja.
Jenis sekam yang dapat digunakan meliputi sekam mentah seperti kulit padi segar maupun sekam bakar seperti sekam arang.
Sekam mentah lebih disarankan untuk struktur Windrow karena daya tahannya menjaga rongga udara lebih lama sebelum terurai, sementara sekam arang sangat baik untuk menyerap bau dan racun, namun cenderung lebih mudah hancur. Penggunaan campuran keduanya sering kali memberikan hasil yang optimal.

Proses Pembuatan Kompos dengan Metode Windrow
Proses teknis pembuatan kompos Windrow dengan EM4 dimulai dengan tahap pencampuran. Pertama, larutkan EM4 dan molase ke dalam air dengan perbandingan standar seperti 1:1:50 dan diamkan selama beberapa saat untuk aktivasi bakteri.
Selanjutnya, campurkan kotoran ayam dan sekam padi secara merata hingga merata. Setelah tercampur, siramkan EM4 secara perlahan sambil membolak-balik campuran hingga lembab. Indikator sederhananya adalah bila bahan digenggam, maka ia akan menggumpal namun tidak mengeluarkan air, dan bila gumpalan disentuh akan mekar kembali.
Langkah terakhir adalah pembentukan dan pemeliharaan tumpukan Windrow. Tumpuklah adonan kompos tersebut memanjang dengan ketinggian ideal antara 1 hingga 1,5 meter dan lebar 2 meter.
Bentuk trapesium atau segitiga direkomendasikan karena dirancang untuk mempermudah sirkulasi udara panas hasil fermentasi. Selama proses ini, suhu tumpukan akan naik drastic yang menandakan bakteri sedang bekerja dan sekaligus berfungsi mematikan bibit penyakit serta biji gulma.
Sangat penting untuk melakukan pembalikan tumpukan (turning) setiap 3 hingga 7 hari sekali untuk menyuplai oksigen baru dan meratakan proses pematangan. Dengan metode Windrow dan aplikasi EM4 yang tepat, kompos biasanya akan matang sempurna dalam waktu 3 hingga 6 minggu, ditandai dengan warna yang berubah menjadi cokelat kehitaman, tekstur yang remah, suhu yang kembali dingin, dan hilangnya bau menyengat kotoran ayam.
Teknik tersebut memerlukan kualitas kotoran yang baik dari ayam yang sehat agar kotoran yang dihasilkan tidak mengandung banyak bakteri Jahat dan kandungan yang dapat menggagalkan Teknik tersebut.
Jika kalian ingin berlangganan ayam petelur berkualitas yang dapat menghasilkan kotoran yang ideal, ayam petelur dari PT. Arshaka Mandiri Utama dapat menjadi solusinya. Ayam yang ditawarkan sudah melalui vaksinasi yang terjadwal sehingga ayam dapat sehat dan juga produktif. Layanan aftersales yang ditawarkan juga dapat membuat ayam di kendang Anda lebih aman.
Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:
- Website : www.pulletaman.co.id
- Instagram : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- TikTok : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- WhatsApp : 0858-7567-7775 dan 0881-2222-82425
- Youtube : @ExpertFarmer_Id
Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara
Sitasi :
Dentel, S.K., dan Qi, Y. (2014). 3.12 – Management of Sludges, Biosolids, and Residuals. Elsevier, 223-243, https://doi.org/10.1016/B978-0-12-382182-9.00049-9.
Baca artikel lainnya melalui link dibawah ini:
https://pulletaman.co.id/2026/02/08/cara-mengolah-kotoran-ayam-dengan-sekam-deep-litter-system/
