Mencegah Bau Ayam Pullet dengan Sekam Anti Bau

Sekam Ayam Pullet Fase Day Old Chicken

Yogyakarta – 10 Februari 2026, Manajemen alas kandang memegang peranan vital yang setara dengan manajemen pakan dan kesehatan di Peternakan Ayam Pullet.

Sekam bukan sekadar limbah pertanian yang ditaburkan di lantai kandang, melainkan lapisan pelindung yang berfungsi sebagai isolator suhu, penyerap kotoran, serta bantalan bagi kaki ayam.

Kualitas litter yang buruk dapat menyebabkan tingginya kadar amonia di dalam kandang, yang dapat memicu penyakit pernapasan kronis, iritasi mata, hingga penurunan performa pertumbuhan akibat stres.

Oleh karena itu, pemilihan dan pengelolaan sekam yang tepat adalah investasi awal yang krusial untuk mencegah kerugian ekonomi akibat mortalitas dan morbiditas ternak.

Sekam Padi dan Serbuk Kayu Sebagai Sekam Alas Alami

Secara umum, terdapat beberapa jenis material yang lazim digunakan sebagai alas kandang di Indonesia, masing-masing dengan karakteristik fisik yang berbeda.

Yang paling populer adalah sekam padi. Hal ini dikarenakan ketersediaannya yang melimpah, harga yang terjangkau, dan daya serap air yang moderat namun cepat kering.

Selain itu, terdapat serbuk gergaji kayu yang memiliki daya serap air sangat tinggi, namun berisiko mengandung debu yang dapat mengganggu pernapasan ayam jika tidak diayak terlebih dahulu.

Ada pula penggunaan jerami padi cacah dan potongan kertas, yang biasanya hanya digunakan pada fase brooding (pemanas) untuk anak ayam atau Day Old Chick (DOC).

Di antara pilihan tersebut, sekam padi tetap menjadi pilihan utama karena bentuknya yang granular, memberikan sirkulasi udara yang baik pada tumpukan alas, sehingga mengurangi risiko fermentasi anaerobik yang menghasilkan bau busuk.

Cara Pemilihan Alas yang Baik Untuk Ayam Pullet

Untuk mendapatkan performa alas kandang yang optimal, peternak harus jeli dalam menyeleksi kualitas sekam secara umum sebelum ditebar. Indikator utama sekam yang berkualitas adalah tingkat kekeringan atau kadar air.

Menurut Arne dkk. (2011), Sekam yang baik harus benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan jamur seperti Aspergillus yang dapat menyebabkan penyakit Aspergillosis pada ayam.

Selain itu, tekstur fisik sekam juga perlu diperhatikan. Hindari sekam yang terlalu tajam atau kasar karena dapat melukai telapak kaki ayam dan menyebabkan infeksi seperti bumblefoot.

Kebersihan sekam dari kontaminan seperti kutu, pestisida, atau benda asing lainnya juga mutlak diperlukan untuk menjamin biosecurity di dalam kandang.

Cara Membuat Sekam Anti Bau untuk Ayam Pullet

Inovasi terbaru dalam manajemen kandang adalah penciptaan “sekam anti bau” melalui rekayasa biologis. Prinsip dasarnya bukanlah menggunakan jenis sekam spesies padi tertentu, melainkan memodifikasi ekosistem mikrob pada sekam tersebut.

Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan sekam padi kering dengan probiotik pengurai amonia, seperti bakteri yang sering ditemukan dalam produk EM4.

Sebelum ditebar, sekam disemprot tipis dengan larutan probiotik yang telah diaktifkan dengan molase, lalu didiamkan atau diangin-anginkan sejenak.

Bakteri ini kemudian akan berkoloni di dalam sekam dan bekerja secara aktif menguraikan asam urat pada kotoran ayam pullet menjadi senyawa yang tidak berbau, alih-alih menjadi gas amonia yang menyengat.

Selain itu, penambahan bahan penyerap bau alami seperti dolomit juga sering dilakukan untuk menstabilkan pH alas kandang, sehingga menekan pertumbuhan bakteri pathogen atau bakteri jahat.

Hal yang Perlu Dihindarkan Dalam Memilih Sekam

Penting untuk ditekankan bahwa ketidaktelitian atau kecerobohan dalam memilih alas ayam pulletdapat berakibat fatal bagi keberlangsungan periode pemeliharaan. Menggunakan sekam yang lembap atau basah sejak awal merupakan kesalahan fatal yang kadang dilakukan peternak.

Kondisi lembap adalah inkubator sempurna bagi parasite dan bakteri seperti parasit penyebab penyakit berak darah yang sangat merugikan. Selain itu, litter yang menggumpal dan basah akan melepaskan gas amonia dalam konsentrasi tinggi.

Hal ini tidak hanya merusak sistem pernapasan ayam tetapi juga menghambat pertumbuhan bobot badan secara signifikan. Oleh sebab itu, pemeriksaan kualitas sekam secara rutin, baik secara visual maupun aroma harus menjadi prosedur standar operasional harian di setiap peternakan yang profesional.

Keberhasilan periode pemeliharaan tidak hanya bergantung pada manajemen lingkungan kandang yang steril, tetapi juga bermula dari kualitas bibit yang memiliki status kesehatan prima.

Sebagai langkah untuk mencegah risiko penyakit sejak dini, PT Arshaka Mandiri Utama hadir menjadi mitra terpercaya bagi para peternak dengan menyediakan bibit ayam berkualitas unggul.

Keunggulan utama kemitraan ini terletak pada protokol kesehatan yang ketat melalui program vaksinasi yang terjadwal sehingga ayam memiliki imunitas yang kokoh saat tiba di kandang Anda.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, PT Arshaka Mandiri Utama juga menjamin keberlanjutan usaha Anda melalui beragam layanan aftersales yang edukatif dan solutif, memastikan setiap kendala teknis di lapangan mendapatkan pendampingan ahli demi tercapainya panen yang maksimal.

Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?

Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:


Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara

Sitasi :
Arne, P., Thierry, S., Wang, D., Deville, M., Le Loc’h, G, Desoutter, A., Féménia, F., Nieguitsila, A., Huang, W., Chermette, R., Guillot, J. 2011. Aspergillus fumigatus in Poultry. Int J Microbiol. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3150149/

Baca artikel peternakan lainnya melalui link dibawah ini:

https://pulletaman.co.id/2026/02/09/cara-mengelola-kotoran-ayam-pullet-dengan-teknik-windrow/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *