Cara Mengolah Kotoran Ayam dengan Sekam | Deep Litter System

Deep Litter System

Yogyakarta – 8 Februari 2025, Dalam dunia pertanian, kotoran ayam yang sering disebut sebagai kohe merupakan salah satu sumber bahan organik terbaik untuk menyuburkan tanah karena dapat diolah dengan metode Deep Litter System.

Menurut Gani dkk. (2021), dibandingkan dengan limbah ternak jenis lainnya, kotoran ayam memiliki keunggulan karena mengandung unsur hara makro seperti Nitrogen, Fosfor, Kalsium dan Kalium dalam konsentrasi yang paling tinggi.

Pemanfaatan limbah ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman, tetapi juga menjadi solusi manajemen limbah bagi keberlangsungan ekosistem peternakan itu sendiri sehingga terdapat pemanfaatan penuh pada segala produk peternakan dan tidak ada yang menjadi sampah.

Meskipun demikian, penggunaan kotoran segar secara langsung pada tanaman sangat tidak disarankan karena proses fermentasi alaminya menghasilkan panas tinggi serta gas amonia yang dapat membakar sistem perakaran tanaman dan memberikan dampak buruk. Oleh karena itu, pengolahan yang tepat diperlukan untuk mengubah material mentah tersebut menjadi kompos yang aman.

Cara Pengolahan Kotoran agar Dapat Digunakan Sebagai Kompos

Salah satu metode pengolahan yang dinilai paling efisien terutama bagi peternak skala kecil hingga menengah, merupakan sistem alas tebal berlapis atau yang dikenal dengan istilah deep litter system. Metode ini memiliki keunikan tersendiri karena menggabungkan proses pengomposan secara langsung di dalam kandang bersamaan dengan masa pemeliharaan ayam.

Sistem ini menciptakan lingkungan yang simbiosis, di mana kotoran yang jatuh tidak dibuang setiap harinya, melainkan dibiarkan terurai di tempat. Hasil akhir dari proses ini merupakan pupuk kandang yang kaya akan humus, bertekstur remah, dan siap panen setelah satu siklus pemeliharaan ayam selesai tanpa memerlukan tenaga kerja tambahan untuk membalik kompos secara manual.

Cara Mengimplementasikan Deep Litter System / Sistem Alas Tebal

Penerapan metode deep litter system dimulai dengan persiapan lantai kandang yang tepat. Langkah pertamanya adalah melapisi lantai kandang menggunakan bahan organik yang kaya akan karbon, seperti sekam padi atau serutan kayu, dengan ketebalan mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai penyerap kelembapan sekaligus sumber karbon yang menyeimbangkan kadar nitrogen tinggi pada kotoran ayam.

Seiring berjalannya waktu, kotoran ayam akan jatuh dan bercampur dengan alas kandang tersebut secara alami. Aktivitas alamiah ayam yang gemar mengais tanah akan membantu membalik tumpukan ini secara berkala, yang secara otomatis membantu proses pemerataan material dan mempercepat penguraian.

Kapan Sistem Ini Tidak Disarankan untuk Digunakan ?

Meskipun metode ini menawarkan efisiensi tinggi, peternak harus memberikan perhatian ekstra terhadap lokasi dan kondisi lingkungan kandang. Peringatan keras perlu ditekankan agar tidak menerapkan metode ini di tempat yang memiliki tingkat kelembapan tanah yang tinggi, mudah rembes, atau sering terkena air.

Kondisi alas kandang yang terus-menerus basah akan menghambat proses fermentasi aerob dan memicu pertumbuhan jamur serta patogen berbahaya yang dapat mengancam kesehatan ayam maupun kualitas kompos yang dihasilkan. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kondisi litter yang tetap kering dan gembur agar proses dekomposisi berjalan optimal tanpa menimbulkan bau busuk atau penyakit.

Jika kalian tertarik untuk memanfaatkan kotoran ayam kalian menjadi kompos dan tertarik dengan metode pengolahan lainnya, silahkan lihat artikel kami yang lainnya.

Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?

Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:

  • Website          : pulletaman.co.id
  • Instagram       : @expertfarmer.id dan @pulletaman
  • TikTok           : @expertfarmer.id dan @pulletaman
  • WhatsApp      : 0858-7567-7775 dan 0881-2222-82425
  • Youtube         : @ExpertFarmer_Id

Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo

Kurator : Unggara

Sitasi :

Gani, A., Widianti, S., dan Sulastri, S. (2021). ANALISIS KANDUNGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO PADA PUPUK KOMPOS CAMPURAN KULIT PISANG DAN CANGKANG TELUR AYAM.Jurnal Kimia Riset, 6(1), 8–19. https://doi.org/10.20473/jkr.v6i1.22984

Klik disini untuk mengetahui artikel lainnya:

https://pulletaman.co.id/2026/02/07/berbagai-metode-membuat-pupuk-dari-kotoran-ayam-kohe-ayam/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *