Cara Melihat Kondisi Ayam Dari Warna Jenggernya

Yogyakarta, 20 Juli 2026 – Menjalankan rutinitas harian di peternakan bukan hanya sekadar memberikan pakan dan air minum secara teratur melainkan juga membutuhkan pengecekan dari peternaknya. Salah satu cara mengamati status kesehatan ayam adalah melalui bagian jengger yang terletak di atas kepalanya.

Jengger pada dasarnya adalah organ berdaging yang dipenuhi jaringan pembuluh darah sehingga berfungsi layaknya cermin alami yang merefleksikan kelancaran sirkulasi darah, fungsi saluran pernapasan, hingga status hormon reproduksi di dalam tubuh ayam. Dengan sekadar memperhatikan perubahan warna pada organ ini saat memberi pakan, seorang peternak dapat mengetahui apakah kawanan ayam peliharaannya sedang berada dalam kondisi fisik yang prima atau justru sedang sakit tanpa harus menangkap dan memeriksa fisik mereka satu per satu secara langsung.

Perbedaan Warna Jengger Terhadap Kondisi Ayam

Warna jengger yang beragam menandakan kesehatan yang sedang dialami ayam tersebut di dalam lingkungan kandang. Ayam petelur yang sehat dan berada pada puncak produksinya akan menampilkan jengger berwarna merah cerah merona, terlihat bervolume, serta terasa hangat saat disentuh perlahan.

Namun, apabila Anda mendapati warna jengger berubah menjadi merah muda pucat atau memutih, hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa ayam sedang mengalami anemia akibat serangan parasit pengisap darah seperti kutu gurem atau cacing usus yang menguras nutrisinya. Kondisi jengger pucat ini wajar terjadi ketika ayam sedang memasuki fase istirahat produksi atau masa kerontokan bulu secara alami di mana energi tubuh dialihkan sepenuhnya untuk menumbuhkan kembali lapisan bulu yang baru.

Perubahan warna yang perlu diwaspadai oleh peternak adalah ketika jengger ayam mulai berubah warna menjadi kebiruan atau keunguan yang sangat pekat. Warna gelap ini merupakan tanda bahaya yang menunjukkan bahwa ayam sedang mengalami kekurangan pasokan oksigen akibat gangguan sistem pernapasan akut atau bahkan menjadi gejala dari serangan virus mematikan seperti flu burung dan penyakit tetelo.

Selain perubahan warna secara menyeluruh, kemunculan bintik bintik hitam atau luka kering berkerak pada permukaan jengger juga sering kali menjadi indikasi kuat adanya infeksi cacar yang penularannya cepat. Jika luka tersebut lebih menyerupai goresan yang berdarah, hal itu biasanya dari perilaku kanibalisme akibat ayam merasa stres oleh kondisi suhu ruangan yang terlalu panas atau ruang gerak yang terlalu padat.

Pentingnya Menyadari Perbedaan Warna Pada Ayam

Menyadari adanya kejanggalan pada warna jengger tentu tidak akan memberikan hasil yang berarti apabila tidak diikuti dengan langkah penanganan yang tegas dan terukur. Pentingnya mengambil tindakan mitigasi bertujuan untuk memotong rantai penularan penyakit sebelum masalah tersebut menjadi wabah yang dapat memusnahkan seluruh populasi dan menghancurkan peternakan Anda.

Begitu menemukan ayam dengan warna jengger yang mencurigakan, langkah keselamatan pertama yang wajib dilakukan adalah segera memindahkannya ke kandang karantina yang terpisah jauh dari kawanan yang sehat. Setelah proses pemisahan berhasil dilakukan, peternak dapat mengevaluasi manajemen kebersihan kandang seperti memeriksa amonia di kandang serta berkonsultasi dengan ahli kesehatan hewan untuk mendapatkan program pengobatan demi menyelamatkan masa depan operasional peternakan tersebut.

Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:


Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara

Tertarik untuk melihat artikel lainnya? silahkan klik link dibawah ini untuk membaca:
https://pulletaman.co.id/2026/07/13/tata-cara-menyimpan-telur-dengan-benar-agar-awet/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *