Bahaya Virus Newcastle Disease pada Ayam Petelur

Yogyakarta, 28 Maret 2026 – Newcastle Disease atau yang dikenal dengan istilah tetelo merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus.

Virus ini menyerang berbagai jenis unggas, termasuk ayam petelur pada berbagai tingkatan umur. Penularan terjadi secara cepat melalui kontak langsung antar ternak, udara, serta peralatan kandang yang terkontaminasi.

Keberadaan virus ini di lingkungan peternakan menjadi tantangan karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi dalam skala luas bagi para pelaku usaha.

Dampak yang Ditimbulkan oleh Virus Newcastle Disease

Ayam yang terjangkit virus ini menunjukkan tanda klinis yang menyerang 3 sistem utama tubuh, yaitu pernapasan, pencernaan, dan saraf.

Pada tahap awal, ayam terlihat mengalami kesulitan bernapas, bersin, serta mengeluarkan suara ngorok. Gangguan pencernaan ditandai dengan adanya kotoran berwarna hijau encer yang keluar dalam jumlah banyak.

Tanda yang khas pada tahap lanjut adalah adanya gangguan saraf berupa leher yang terpelintir atau tortikolis serta kelumpuhan pada kaki dan sayap. Kondisi ini mengakibatkan ayam tidak mampu menjangkau tempat pakan dan minum secara mandiri.

Bahaya utama yang ditimbulkan oleh serangan virus ini adalah tingkat kematian yang tinggi dan bisa mencapai angka 100% pada populasi yang tidak memiliki kekebalan.

Selain menyebabkan kematian mendadak, virus ini merusak saluran reproduksi sehingga produktivitas telur akan menurun secara drastis dalam waktu singkat.

Pemulihan produksi setelah serangan virus membutuhkan waktu yang lama dan sering kali tidak akan kembali ke angka puncak seperti semula.

Kerusakan kualitas telur juga terjadi secara nyata dengan munculnya telur yang memiliki cangkang tipis, lembek, atau bentuk yang tidak proporsional.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Langkah pencegahan yang efektif dilakukan melalui penerapan manajemen biosecurity yang ketat serta program vaksinasi yang terjadwal.

Peternak wajib membatasi manusia yang masuk ke area kandang untuk meminimalkan risiko pembawa virus.

Selain itu, pemberian vaksin Newcastle Disease juga merupakan prosedur wajib yang harus diberikan secara berkala mulai dari Day Old Chicken (DOC) yang berumur 1 hari hingga ayam yang ingin memasuki fase afkir yaitu 86 minggu menggunakan ND IB Varian.

Vaksinasi tersebut dapat menciptakan antibodi di dalam tubuh ayam sehingga sistem pertahanan alami mampu melawan infeksi virus lapangan sebelum menimbulkan kerusakan organ yang parah.

Berlangganan Ayam Pullet yang Sudah Divaksin Newcastle Disease

PT. Arshaka Mandiri Utama memastikan ayam pullet yang tersedia telah melewati rangkaian jadwal vaksinasi ND yang ketat dan terukur sesuai standar teknis dari Day Old Chicken hingga hampir Afkir.

Perusahaan menerapkan pengawasan medis secara intensif untuk menjamin bahwa ayam yang dikirimkan kepada pelanggan memiliki kekebalan yang optimal.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan peternak dalam menjaga stabilitas produksi telur dari ancaman wabah penyakit menular.

Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:


Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara

Tertarik untuk melihat artikel lainnya? silahkan klik link dibawah ini untuk membaca:
https://pulletaman.co.id/2026/03/27/5-vaksinasi-yang-wajib-dilakukan-pada-ayam-pullet/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *