Faktor-Faktor yang Membuat Ayam Layer Tidak Mau Bertelur

Yogyakarta, 03 Februari 2026 – Pernahkah Anda mengalami situasi di mana pakan sudah diberikan secara maksimal dan juga teratur, kandang rutin dibersihkan hingga kinclong, tetapi saat memeriksa sarang hasilnya kosong melompong? Fenomena ayam “mogok” bertelur pastinya merupakan mimpi buruk bagi para peternak karena biaya pakan terus berjalan tanpa adanya pemasukan.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menjual ayam-ayam tersebut kepada hatchery, terdapat beberapa pertimbangan yang dapat anda lakukan dengan membedah masalahnya lebih dalam serta mencari akar masalahnya. Produksi telur bukan hanya soal bibit ayamnya, namun soal keseimbangan dari berbagai faktor. Terdapat beberapa penyebab utama mengapa ayam petelur atau ayam layer tidak kunjung memproduksi telur.
Kurangnya Nutrisi Didalam Pakan
Ayam petelur dapat diibaratkan sebagai sebuah mesin produksi yang membutuhkan bahan bakar yang berkualitas untuk memproduksi telur secara maksimal. Jika bahan bakunya kurang, maka produknya pun tidak akan keluar.
Jadi perhatikan apakah nutrisi seperti protein serta kalsium yang terdapat didalam pakan sudah tercukupi atau belum. Protein merupakan komponen utama isi telur, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk pembentukan cangkang telur yang kuat. Kekurangan salah satu dari nutrisi tersebut akan langsung menghentikan siklus produksi telur.
Telur mengandung kadar air yang sangat tinggi. Menurut Spada, dkk. (2012), terdapat sekitar 76-78% kandungan air didalam telur pada jenis Isa Brown yang mana mayoritas kandungan telur merupakan air. Hal ini menunjukan pentingnya kualitas air minum yang dikonsumsi oleh ayam dapat mempengaruhi kualitas dari telur yang dihasilkan. Jika air minum kotor atau ayam sering kehausan, maka mereka akan stres dan berhenti bertelur karena tidak memiliki kandungan air yang cukup untuk memproduksinya.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan merupakan ayam yang terlalu gemuk. Penumpukan lemak yang berlebih pada ayam petelur dapat menekan saluran telur yaitu bagian oviduct. Hal ini membuat proses pengeluaran telur menjadi terhambat. Tidak seperti ayam broiler yang bertujuan untuk dimakan, lemak yang berlebih pada ayam layer atau ayam petelur dapat mengurangi produksi telurnya.

Lingkungan dan Pencahayaan
Ayam adalah unggas yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Terdapat dua hal yang biasanya sering terabaikan oleh peternak dalam merawat ayam petelur.
Yang pertama yaitu stres terhadap lingkungan akibat suhu yang terlalu panas dan mengakibatkan heat stress. Selain itu, terdapat gangguan yang dihasilkan oleh suara bising sekitar dan hal tersebut dapat mengganggu hormon reproduksi ayam dan merusak siklus bertelurnya.
Selanjutnya merupakan masalah umum yang biasanya dialami oleh peternak. Ayam membutuhkan cahaya sekitar 16 jam sehari untuk merangsang kelenjar yang memicu produksi telur. Sedangkan jika peternak hanya mengandalkan matahari yang muncul 12 jam sehari maka nafsu makan dan rangsangan hormonal pada ayam tidak akan maksimal. Penggunaan lampu tambahan di waktu subuh atau sore hari sangat disarankan untuk mengatasi masalah tersebut.
Masalah Kesehatan dan Parasit
Sakit tidak selalu berarti ayam terlihat lemas atau sekarat. Seringkali, pencuri produktivitas telur bersifat kasat mata dan susah untuk terdeteksi.
Salah satunya diakibatkan oleh kutu atau gurem yang menghisap darah dan mengganggu waktu istirahat ayam. Sementara itu, cacingan pada ayam dapat mencuri nutrisi langsung dari usus. Akibatnya, energi ayam habis hanya untuk bertahan hidup dan menyembuhkan dirinya, bukan untuk memproduksi telur.
Selain itu, penurunan produksi telur pada ayam dapat diakibatkan karena mereka sedang dalam masa molting dimana bulu mereka rontok. Saat ayam mengalami rontok bulu, protein dalam tubuhnya akan dialihkan sepenuhnya untuk menumbuhkan bulu baru dengan cepat, sehingga produksi telur akan berhenti sementara secara alami.
Jika ayam sedang dalam masa ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan selagi pemberian pakan lancar dan ayam tidak stress karena setelah masa ini maka ayam akan dapat memproduksi telur secara normal.

Faktor Usia dan Masa Produktif
Kita harus realistis terhadap hukum alam yang bersifat mutlak ini. Produksi telur dan produktivitasnya sangat bergantung pada usia ayam petelur tersebut. Ayam yang berada di bawah usia 18 minggu umumnya belum memiliki organ reproduksi yang matang sempurna. Ayam dalam fase ini masih beradaptasi untuk menghasilkan telur sehingga produksinya masih belum prima.
Sedangkan jika ayam sudah melewati usia 90 minggu, penurunan produksi merupakan hal yang wajar terjadi secara biologis. Pada usia tersebut, memberikan suplemen atau obat-obatan mahal pun tidak akan mengembalikan produktivitas ayam ke angka puncak. Solusi terbaik pada skenario tersebut adalah melakukan peremajaan pada ayam.
Mendiagnosis penyebab ayam mogok bertelur memerlukan ketelitian. Cek kembali nutrisinya, kenyamanan lingkungannya, status kesehatannya, dan hitung kembali usianya.
Kualitas produksi di masa depan juga ditentukan oleh bagaimana ayam tersebut dibesarkan sejak awal. Jika Anda mencari bibit yang terjamin berkualitas, PT. Arshaka Mandiri Utama menyediakan ayam pullet berkualitas yang telah melewati protokol vaksinasi terjadwal termasuk vaksin aMPV. Bibit unggul ini disiapkan untuk menjaga stabilitas produksi dari mulai bertelur hingga masa afkir dengan bukti bahwa puncak produksi telur dapat mencapai angka 90%..
Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:
- Website : pulletaman.co.id
- Instagram : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- TikTok : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- WhatsApp : 0858-7567-7775 dan 0881-2222-82425
- Youtube : @ExpertFarmer_Id
Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara
Sitasi :
Spada, F. P., Gutierrez, E. M. R., Souza, M. C. D., Brazaca, S. C., Viscosity of egg white from hens of different strains fed with commercial and natural additives, Food Science and Technology (Campinas), 32(1), 47-51, https://www.researchgate.net/publication/262622456_Viscosity_of_egg_white_from_hens_of_different_strains_fed_with_commercial_and_natural_additives#read
