Fase Fase Ayam Petelur dari DOC hingga Afkir

Yogyakarta, 14 Februari 2026 – Memahami fase pertumbuhan ayam pullet merupakan fondasi utama dalam manajemen peternakan agar dapat memahami kebutuhan ayam tersebut.
Pemahaman mendalam terhadap setiap siklus hidup ini sangat penting agar peternak dapat menerapkan tata laksana pemeliharaan yang presisi, mulai dari formulasi pakan, program pencahayaan, hingga manajemen lingkungan.
Salah satu aspek lingkungan yang penanganannya harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan ayam adalah manajemen alas kandang atau sekam.
Kebutuhan akan ketebalan, kelembapan, dan sanitasi sekam berubah seiring dengan bertambahnya umur ayam.
Kesalahan dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik pada setiap fase tidak hanya berdampak pada pembengkakan biaya operasional, tetapi juga berpotensi merusak sistem reproduksi ayam yang akan berakibat fatal pada puncak produksi telur nantinya.
Fase Day Old Chicken (DOC)
Fase pertama dan paling kritis merupakan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Pada fase brooding ini, pengatur suhu tubuh DOC belum berfungsi sempurna, sehingga mereka sangat bergantung pada suhu lingkungan.
Di sinilah peran sekam menjadi sangat vital sebagai isolator suhu dari lantai kandang. Sekam yang digunakan harus dipastikan steril, benar-benar kering, dan ditebar dengan ketebalan sekitar 5 hingga 8 sentimeter.
Pada beberapa hari pertama, hamparan sekam ini wajib dilapisi dengan kertas koran atau kertas khusus brooder agar DOC tidak mematuk dan menelan sekam yang dapat menyumbat saluran pencernaannya, serta memudahkan mereka menemukan pakan yang ditabur di atas alas.
Fase Stater: 4-6 Minggu
Setelah melewati masa kritis, ayam memasuki fase Starter yang biasanya umur 4 hingga 6 minggu. Pada fase ini, terjadi perkembangan sel yang sangat pesat, di mana perkembangan organ dalam seperti saluran pencernaan, pernapasan, dan kerangka tulang sedang dibentuk secara maksimal.
Manajemen sekam pada fase Starter berfokus pada pengendalian kelembapan. Seiring dengan peningkatan konsumsi air dan pakan, volume kotoran ayam akan bertambah.
Peternak harus rutin membolak-balik sekam agar gas amonia tidak terakumulasi dan memicu penyakit pernapasan. Sekam yang menggumpal atau basah harus segera dikeluarkan dan diganti dengan yang baru untuk mencegah merebaknya parasit koksidia yang sering menyerang pada usia ini.

Fase Grower: 6-10 Minggu
Rentang umur 6 hingga 10 minggu dalam siklus pemeliharaan ayam petelur disebut sebagai fase Grower. Setelah melewati masa kritis di fase Starter, tubuh ayam kini memfokuskan nutrisi pakan untuk membangun kerangka tulang dan memperbesar kapasitas saluran pencernaan.
Fase ini sangat krusial karena ukuran rangka tubuh yang terbentuk pada masa Grower bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki di kemudian hari. kerangka yang ideal dan proporsional adalah fondasi yang nantinya akan menopang organ reproduksi dan menampung cadangan kalsium saat ayam mulai memproduksi telur.
Target utama yang harus dikawal ketat pada rentang umur ini adalah tingginya tingkat keseragaman postur dan bobot badan di dalam satu populasi kandang.
Fase Pullet: 10-18 Minggu
Fase Pullet sekitar umur 10 hingga 18 minggu adalah masa persiapan reproduksi. Fokus utama peternak di sini adalah mengendalikan bobot badan dan menjaga keseragaman kawanan agar ayam tidak terlalu gemuk,
Hal ini dikarenakan timbunan lemak pada saluran reproduksi akan menghambat proses bertelur. Pada pertengahan hingga akhir fase ini, ayam biasanya mulai dipindahkan dari kandang beralas sekam ke kandang baterai.
Proses pemindahan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan stres lingkungan akibat perubahan drastis dari memijak sekam menjadi memijak kawat.

Akhirnya… Fase Layer: 18-80 Minggu
Memasuki umur 18 minggu ke atas, ayam resmi berada pada fase Layer yaitu masa produksi telur. Pada fase ini, energi ayam difokuskan sepenuhnya untuk memproduksi telur secara konsisten.
Kebutuhan nutrisi, terutama kalsium untuk pembentukan kerabang telur, meningkat drastis. Karena sebagian besar peternakan ayam petelur di Indonesia menggunakan sistem kandang baterai pada fase produksi, kontak langsung ayam dengan sekam sudah tidak terjadi.
Fokus manajemen limbah bergeser dari pengelolaan litter menjadi penanganan feses murni yang menumpuk di kolong kandang, yang nantinya sangat berpotensial untuk diolah menjadi pupuk kompos atau Windrow seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Dan Berakhir Juga… Fase Afkir: 80 Minggu keatas
Siklus pemeliharaan akan berakhir pada fase Ayam Afkir. Fase ini terjadi ketika ayam petelur telah melewati masa produksi ekonomisnya, biasanya pada umur 80 minggu atau ketika tingkat produksi telur sudah turun di bawah batas standar profitabilitas yaitu 65-70 persen.
Ayam pada fase afkir ini akan dikeluarkan dari kandang produksi dan umumnya dijual ke pasar sebagai ayam pedaging afkir.
Setelah ayam afkir dikosongkan, siklus peternakan akan kembali ke awal, dimulai dengan sanitasi total seluruh peralatan dan lingkungan kandang sebelum memasukkan sekam baru untuk menyambut kedatangan batch DOC berikutnya.
Merawat ayam petelur dari fase Day Old Chick (DOC) hingga mencapai kematangan reproduksi membutuhkan kesabaran. manajemen lingkungan yang ketat, serta alokasi waktu dan biaya operasional yang tidak sedikit.
Risiko kematian, serangan penyakit, hingga kegagalan pencapaian bobot ideal pada masa rentan tersebut sering kali menjadi tantangan berat yang harus dihadapi.
Sebagai solusi praktis dan efisien bagi Anda yang ingin segera meraup keuntungan tanpa harus melewati kerumitan fase brooding hingga grower, Anda dapat langsung memulai pemeliharaan dari fase pullet yang tinggal selangkah lagi menuju masa bertelur.
PT. Arshaka Mandiri Utama menyediakan ayam pullet berkualitas yang telah dirawat dengan standar manajemen pemeliharaan terbaik dan program vaksinasi yang komprehensif.
Dengan mendatangkan pullet dari kami, Anda tidak hanya memangkas waktu tunggu produksi secara signifikan, tetapi juga meminimalkan risiko pemeliharaan awal, sehingga Anda dapat langsung fokus pada optimalisasi panen telur di peternakan Anda.
Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:
- Website : www.pulletaman.co.id
- Instagram : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- TikTok : @expertfarmer.id dan @pulletaman
- WhatsApp : 0858-7567-7775 dan 0881-2222-82425
- Youtube : @ExpertFarmer_Id
Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara
Berikut adalah link artikel lainnya:
https://pulletaman.co.id/2026/02/13/pentingnya-teknik-grading-untuk-keseragaman-ayam-pullet/
