Pengertian dan Keuntungan Memelihara Ayam Pullet

Yogyakarta, 04 April 2026 – Ayam pullet merupakan sebutan atau julukan bagi ayam betina yang sudah melewati fase anak ayam seperti Grower atau Starter namun belum mulai menghasilkan telur sebanyak pada fase Layer.

Biasanya ayam dalam kategori ini berada pada rentang usia 13 hingga 16 minggu dan sedang dipersiapkan untuk memasuki masa produksi.

Ayam pada fase ini sedang melakukan pembiasaan diri pada fase produksi telur dan beradaptasi dari pembentukan organ dalam dan rangkaian tulang.

Bagi para peternak ayam petelur, membeli ayam pullet merupakan langkah strategis untuk mempercepat perputaran modal usaha.

Keuntungan utama dari pilihan ini adalah peternak tidak perlu lagi melewati fase brooding yang memiliki risiko kematian tinggi dan membutuhkan perhatian sangat ekstra.

Dengan mendapatkan ayam pullet yang sudah siap, peternak hanya perlu fokus pada pemeliharaan akhir sebelum ayam mulai memberikan hasil panen telur setiap harinya.

Memelihara Ayam Pullet Sebagai Investasi

Memelihara ayam pullet merupakan bentuk investasi dengan risiko yang lebih terukur dikarenakan aset fisik yang dimiliki dapat terlihat.

Jenis investasi ini terbagi menjadi dua keuntungan utama yaitu pendapatan rutin dan nilai jual aset di akhir masa produktif.

Pendapatan rutin berasal dari penjualan butiran telur yang dipanen setiap pagi sebagai sumber aliran dana masuk yang stabil untuk operasional peternakan.

Di sisi lain, saat ayam sudah memasuki masa afkir yang tidak produktif, ayam tersebut tetap memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai ayam afkir yang dagingnya dibutuhkan oleh masyarakat.

Jenis investasi aktif seperti ini membuat modal yang dikeluarkan peternak tetap terjaga karena setiap bagian dari siklus hidup ayam memberikan keuntungan finansial.

Masa Hidup Produktif bagi Ayam Petelur

Masa hidup produktif ayam petelur biasanya berlangsung hingga usia 75 sampai 80 minggu sebelum akhirnya memasuki tahap afkir. Pada masa afkir, ayam masih tetap memproduksi telur namun tidak seefektif masa produktifnya.

Ayam akan mulai mengeluarkan telur pertamanya saat memasuki usia 18 hingga 20 minggu dengan jumlah yang terus meningkat secara bertahap.

Puncak produksi telur biasanya terjadi saat ayam berada pada usia pertengahan di mana efisiensi pakan dan jumlah telur berada pada angka yang sangat optimal.

Hasil yang didapatkan oleh peternak bukan hanya berupa pendapatan dari penjualan telur saja, melainkan juga ketenangan karena tersedianya stok protein hewani bagi masyarakat yang permintaannya selalu tinggi sepanjang tahun.

Berlangganan Ayam Pullet Berkualitas untuk Produksi Telur Maksimal

Mendapatkan bibit yang berkualitas merupakan syarat mutlak untuk meraih seluruh potensi keuntungan dari bisnis peternakan telur.

PT. Arshaka Mandiri Utama menyediakan ayam pullet yang telah dibesarkan melalui standar prosedur operasional (SOP) yang ketat untuk menjamin kesehatan fisiknya.

Ayam tersebut dipastikan telah mendapatkan jadwal vaksinasi yang lengkap mulai dari perlindungan terhadap virus pernapasan hingga virus saraf yang mematikan.

Pengawasan harian dilakukan secara intensif agar peternak mendapatkan ayam dengan tingkat keseragaman berat badan yang tinggi sehingga masa produksi telur dapat berjalan secara serentak.

Tertarik dan ingin memulai bisnis ayam petelur dengan pendampingan ahli?
Dapatkan informasi lebih rinci mengenai pullet berkualitas dan konsultasi peternakan melalui:


Penulis : Yasuhiro Rinaldy Kenzo
Kurator : Unggara

Tertarik untuk melihat artikel lainnya? silahkan klik link dibawah ini untuk membaca:
https://pulletaman.co.id/2026/04/03/sepenting-apa-biosecurity-dan-kebersihan-bagi-kandang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *